Sunday, 13 February 2011

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN : INDIVIDUAL DIFFERENCES


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Orang -orang berbeda satu sama lain sudah jelas. Bagaimana dan mengapa mereka berbeda, kurang jelas dan adalah subyek dari studi tentang perbedaan Individu (ID). Meskipun untuk mempelajari perbedaan individu tampaknya harus mempelajari varians, bagaimana orang yang berbeda, juga untuk mempelajari tendensi sentral, seberapa baik seseorang bisa digambarkan dalam hal rata-rata dalam-orang secara keseluruhan. Memang, mungkin pertanyaan yang paling penting dari perbedaan individu adalah apakah orang lebih mirip dengan sendiri sepanjang waktu dan di situasi daripada mereka kepada orang lain, dan apakah variasi dalam satu orang di waktu dan situasi kurang dari variasi antara orang-orang. Sebuah pertanyaan yang terkait adalah bahwa kesamaan, bagi orang-orang berbeda dalam kesamaan mereka satu sama lain. Pertanyaan tentang apakah kelompok-kelompok tertentu (misalnya, pengelompokan menurut jenis kelamin, budaya, usia, atau etnis) yang lebih mirip dalam dari antara kelompok juga pertanyaan perbedaan individu.  Pemikiran itulah yang melatarbelakangi kelompok kami mengambil “Individual Differences” sebagai tugas makalah  mata kuliah psikologi perkembangan.

1.2    Rumusan dan Batasan Masalah
Rumusan masalah yang diambil, dari latar belakang diatas :
1)      Bagaimana mengembangkan taksonomi deskriptif yang memadai tentang    perbedaan individu ?
2)      Bgaimana menerapkan perbedaan dalam satu situasi untuk memprediksi perbedaan dalam situasi lain ?                                                                                                       
3)      Bagaimana Uji penjelasan teoritis dari struktur dan dinamika perbedaan individu ?
Adapun Batasan masalahnya adalah sebagai berikut :
1). Cara mengembangkan taksonomi deskriptif yang memadai tentang    perbedaan individu
2). Cara menerapkan perbedaan dalam satu situasi untuk memprediksi perbedaan dalam situasi lain
3). Uji penjelasan teoritis dari struktur dan dinamika perbedaan individu

1.3    Tujuan Penulisan
Tujuan Penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1). Untuk Mengetahui Cara mengembangkan taksonomi deskriptif yang memadai tentang    perbedaan individu
2). Untuk mengetahui Cara menerapkan perbedaan dalam satu situasi untuk memprediksi perbedaan dalam situasi lain                                                                         3). Untuk mengetahui Uji penjelasan teoritis dari struktur dan dinamika perbedaan individu

1.4    Metode Penulisan
Dalam penulisan ini, kami menggunakan metode kepustakaan dan referensi internet  

1.5    Definisi Perbedaan Individu
Topik tentang perbedaan individu ini mengkaji mengenai karakteristik manusia sebagai individu yang utuh tidak dapat dibagi (undivided), tidak dapat dipisahkan dan memiliki ciri-ciri yang khas. Karena adanya ciri-ciri yang khas ini  yang menyebabkan manusia satu dengan yang lainya dikatakan individu yang berbeda.
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (her edity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakter keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan biologis cenderung lebih bersifat tetap sedangkan  karakteristik yang berkaitan dengan sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan











BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Individu
Manusia adalah mahluk yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Sejak ratusan tahun manusia telah menjadi obyek filsafat, baik obyek formal yang mempersoalkan hakikat manusia maupun obyek material yang mempersoalkan manusia sebagai manusia yang apa adanya dalam berbagai kondisi. Seperti yang telah diketahui manusia adalah makhluk yang berpikir atau homo sapiens, makhluk yang berbuat atau homo faber, makhluk yang dapat dididik atau homo educandum dan sebagainya.
Dalam kamus Echols & Shadaly (1975), individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang, perseorangan atau oknum. Berdasarkan pengertian di atas dapat dibentuk suatu lingkungan untuk individu yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan akan membawa perubahan-perubahan yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya.
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Pada awal kehidupan bagi seorang bayi yang terpenting adalah kebutuhan jasmaninya, ia belum peduli dengan apa saja yang terjadi diluar dirinya. Ia sudah senang bila kebutuhan fisiknya sudah terpenuhi. Dalam perkembangan selanjutnya maka ia akan mulai mengenal lingkungannya, membutuhkan alat komunikasi (bahasa), membutuhkan teman, keamanan dan seterusnya. Semakin besar anak tersebut semakin banyak kebutuhan non fisik atau psikologis yang dibutuhkannya.
2.2 Karakteristik Individu
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang memperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis.
Natur dan nature merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik-karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Seorang bayi yang baru lahir merupakan hasil dari dua garis keluarga, yaitu garis keturunan ayah dan garis keturunan ibu. Sejak terjadinya pembuahan atau konsepsi kehidupan yang baru, maka secara berkesinambungan dipengaruhi oelh bermacam-macam faktor lingkungan yang merangsang.

2.3 Perbedaan Individu
Dalam aspek perkembangan individu, dikenal ada dua fakta yang menonjol, yaitu semua manusia mempunyai unsur-unsur kesamaan di dalam pola perkembangannya dan di dalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia secara biologis dan sosial, tiap-tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut secara keseluruhan lebih banyak bersifat kuantitatif dan bukan kualitatif. Sejauh mana individu berbeda akan mewujudkan kualitas perbedaan mereka atau kombinasi-kombinasi dari berbagai unsur perbedaan tersebut.
Makna “perbedaan” dan “perbedaan individual” menurut Lindgren (1980) menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis. Adapun bidang-bidang dari perbedaannya yakni
1. Perbedaan kognitif
Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Setiap orang memiliki persepsi tentang hasil pengamatan atau penyerapan atas suatu obyek. Berarti ia menguasai segala sesuatu yang diketahui, dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi, dan pengetahuan itu diorganisasikan secara sistematik untuk menjadi miliknya.
2.Perbedaan kecakapan bahasa
Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupan. Kemampuan tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda. Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis. Kemampuan berbaha sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan serta faktor fisik (organ bicara).
3. Perbedaan kecakapan motorik
Kecakapan motorik atau kemampuan psiko-motorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi gerakan syarat motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan.
4. Perbedaan Latar Belakang
Perbedaaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat memperlancar atau menghambat prestasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai bahan.

5. Perbedaan bakat
Bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang dengan baik apabila mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara tepat sebaliknya bakat tidak berkembang sama, manakala lingkungan tidak memberi kesempatan untuk berkembang, dalam arti tidak ada rangsangan dan pemupukan yang menyentuhnya.
6. Perbedaan kesiapan belajar
Perbedaan latar belakang, yang mliputi perbedaan sosio ekonomi,sosio cultural, amat penting artinya bagi perkembangan anak. Akibatnya anak-anak pada umur yang sama tidak selalu berada pada tingkat kesiapan yang sama dalam menerima pengaruh dari luar yang lebih luas.

2.4 Perbedaan individu Menurut Para Ahli
Kecenderungan perbedaan individu terukur kedalam kelompok sekitar rata- rata dari suatu distribusi dan sebagian kecil termasuk ke dalam titik ekstrem yang harus menjadi kajian penting terhadap karakter individual bersangkutan.
2.4.1 Menurut Garry 1963 (Oxendine, 1984 : 317)
Garry mengkategorikan perbedaan individual ke dalam bidang-bidang berikut :
1.      Perbedaan fisik : Usia, tinggi dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan dan tingkah laku.
2.      Perbedaan sosial : Status ekonomi, agama, hubungan keluarga dan suku.
3.      Perbedaan kepribadian : Watak, motif, minat, dan sikap.
4.      Perbedaan inteligensi dan kemampuan dasar
5.      Perbedaan kecakapan atau kepandaian di sekolah
2.4.2 Menurut Bloom
Proses belajar baik disekolah maupun diluar sekolah menghasilkan 3 (tiga) kemampuan yang dikenal sebagai taxonomy Bloom yaitu :
1.      Kemampuan kognitif
Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap orang memiliki persepsi tentang pengamatan dan penyerapan terhadap suatu objek, berarti ia menguasai sesuatu yang diketahui dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi dan pengetahuan yang diorganisir secara sistematik untuk menjadi miliknya.
Kemampuan kognitif menggambarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tiap-tiap orang, pada dasarnya kemampuan kognitif merupakan hasil belajar dan hasil belajar merupakan perpaduan antara faktor pembawa dan pengaruh lingkungan (faktor dasar dan ajar).
2.      Kemampuan afektif
Kemampuan tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda, kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan buah fikiranya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis. Kemampuan berbahasa tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan selain faktor lainya seperti faktor fisik terutama organ berbicara.
3.      Kemampuan psikomotorik.
Kecakapan motorik atau kemampuan Psikomotorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja saraf motorik yang dilakukan oleh saraf pusat untuk melakukan kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut terjadi karena kerja saraf yang sistematis. Alat indera menerima rangsangan tersebut diteruskan melalui saraf sensoris ke saraf pusat (otak) untuk diolah dan hasilnya dibawa oleh saraf motorik untuk memberikan reaksi dalam bentuk geraka-gerakan atau kegiatan. Kemampuan motorik dipengaruhi oleh kematangan pertumbuhan fisik dan tingkat kemampuan berfikir. Karena tingkat pertumbuhan fisik dan tingkat kemampuan berfikir setiap orang berbeda-beda, maka hal ini membawa akibat terhadap kecakapan motorik setiap individu yang berbeda-beda pula.

2.5 Bidang-bidang Perbedaan individu
2.5.1 Perbedaan dalam latar belakang
Perbedaan latar belakang dan pengalaman seseorang dapat mempelancar atau menghambat prestasinya. Pengalaman-pengalaman belajar yang dimiliki anak dirumah mempengaruhi kemauan untuk berprestasi dalam situasi belajar yang disajikan. Minat dan sikap individu terhadap sekolah dan mata pelajaran tertentu, kebiasaan kerjasama, kecakapan atau kemauan untuk berkonsentrasi pada bahan-bahan pelajaran semuanya merupakan faktor-faktor perbedaan diantara para siswa. Faktor-faktor tersebut kadang-kadang berkembang akibat sikap-sikap anggota keluarga dirumah dan lingkungan sekitar
2.5.2 Perbedaan dalam bakat
Bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang dengan baik apabila mendapat rangsangan dan pemupukan secara tepat sebaliknya bakat tidak dapat berkembang sama sekali manakala lingkungan tidak memberikan kesempatan untuk berkembang. Perkembangan bakat dimiliki secara individual. Meskipun inteligensi umum merupakan faktor dari hampir semua atau bahkan semua bidang penampilan atau performansi namun hasil tes inteligensi yang selama ini dilaksanakan belum terkait dengan beberapa bidang belajar seperti keterampilan motorik, musik, seni dan olahraga. Hasil tes inteligensi lebih banyak berhubungan dengan keberhasilan atau kemampuan bidang akademik.
2.5.3 Perbedaan dalam kesiapan belajar
Kondisi fisik yang sehat dalam kaitanya dengan kesehatan dan penyesuaian diri yang memuaskan terhadap pengalaman-pengalaman disertai dengan rasa ingin tahu yang amat besar terhadap orang-orang dan benda-benda membantu perkembangan berbahasa dan belajar yang diharapkan. Sikap apatis, pemalu dan kurang percaya diri akibat dari kesehatan yang kurang baik, cacat tubuh dan latar belakang yang miskin pengalaman, mempengaruhi perkembangan pemahaman dan ekspresi diri.











BAB 3
PENUTUP

3.1              Kesimpulan
3.2    Saran















Daftar Pustaka
  • Brody, N. and Ehrlichman, H. (1997) Personality Psychology : Science of Individuality. Brody, N. dan Ehrlichman, H. (1997) Personality Psikologi: Ilmu Individualitas. Prentice Hall Press; A thoughtful introduction to the broad field of personality. Prentice Hall Tekan; Sebuah pengantar bijaksana dengan bidang luas kepribadian. Cooper, C. (1997) Individual Differences: London: Arnold A broad overview of the field that includes a review of measurement methodologies. Cooper, C. (1997) Perbedaan Individual: London: Arnold Sebuah gambaran luas dari bidang yang meliputi review metodologi pengukuran.
  • Eysenck, HJ (1994) Personality: Biological foundations. Eysenck, HJ (1994) Kepribadian: yayasan Biologi. In PA Vernon (Ed.) The neuropsychology of individual differences. Dalam PA Vernon (Ed.) The neuropsikologi perbedaan individu. London: Academic Press. London: Academic Press.
  • Eysenck, HJ and Eysenck, MW (1985) Personality and individual differences: a natural science approach. Eysenck, HJ dan Eysenck, MW (1985) Kepribadian dan perbedaan individual: pendekatan ilmu alam. Plenum: New York. Pleno: New York. Although dated, perhaps the best treatment of the scientific method as applied to the study of personality and individual differences. Walaupun tanggal, mungkin perlakuan terbaik dari metode ilmiah yang diterapkan untuk mempelajari kepribadian dan perbedaan individu.
  • Hogan, R., Johnson, J. & Briggs, S. (Eds) (1997) Handbook of Personality Psychology. Hogan, R., Johnson, J. & Briggs, S. (Eds) (1997) Handbook Psikologi Kepribadian. San Diego: Academic Press. San Diego: Academic Press. The definitive handbook of the field includes chapters on evolutionary, biological, and social bases of individual differences. Buku pegangan definitif lapangan meliputi bab tentang dasar evolusi, biologi, dan sosial dari perbedaan individu.
Jensen, AR (1998) The G Factor : The science of mental ability. Jensen, AR (1998) Faktor G: Ilmu kemampuan mental. Westport, Conn. Praeger Review of